Logo

Desa Beginci Darat

Kabupaten Ketapang

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

BAHAYA PENGGUNAAN GADGET (Handphone) BERLEBIHAN PADA ANAK BAWAH UMUR

BAHAYA PENGGUNAAN GADGET (Handphone) BERLEBIHAN PADA ANAK BAWAH UMUR

Invalid Date

Ditulis oleh BEJO SANTOSO

Dilihat 82 kali

BAHAYA PENGGUNAAN GADGET (Handphone) BERLEBIHAN PADA ANAK BAWAH UMUR

BAHAYA PENGGUNAAN GADGET (Handphone) BERLEBIHAN PADA ANAK BAWAH UMUR


"SINDROM GADGET" atau kecanduan gadget (sering disebut sebagai nomophobia atau no-mobile-phone-phobia) secara medis bukanlah penyakit fisik seperti infeksi atau Virus, melainkan gangguan perilaku yang muncul akibat ketergantungan berlebihan pada Kesenangan Mereka.

Berikut adalah penjelasan mengenai gejalanya dan hubungannya dengan perilaku yang Seperti Kerasukan..?

Secara Medis dan Psikologis, KECANDUAN GADGET tidak sama dengan kerasukan. Namun, perilaku orang yang kecanduan gadget saat mereka "drop" atau dilarang menggunakan gawai bisa tampak seperti kerasukan bagi orang awam. Berikut alasannya:

1. Gejala Emosional yang Intens: Ketika pecandu gadget dipisahkan dari gawainya, mereka bisa mengalami gejala withdrawal (gejala putus zat). Gejalanya meliputi marah besar, mengamuk, membanting barang, berteriak, atau menangis histeris. Intensitas emosi yang tidak terkontrol ini sering disalahartikan oleh orang sekitar sebagai "kesurupan".

2. Perubahan Kimia Otak: Penggunaan gadget secara terus-menerus memicu dopamin (hormon kesenangan) di otak. Saat gadget diambil, otak mengalami "penurunan" dopamin secara drastis, yang menyebabkan individu tersebut kehilangan kendali diri, gelisah hebat, dan cemas luar biasa.

3. Agresi: Pada tingkat kecanduan yang parah, seseorang bisa menjadi sangat agresif. Jika tindakan agresif ini terjadi tiba-tiba dan tanpa kendali, orang awam mungkin mengaitkannya dengan hal-hal mistis, padahal ini adalah bentuk ketidakstabilan psikologis.


GEJALA UMUM "Sindrom Gadget"

Jika seseorang mengalami sindrom ini, biasanya muncul tanda-tanda berikut:

1. Gelisah Hebat: Merasa cemas, takut, atau marah ketika gawai tidak ada atau mati (baterai habis).

2. Mengabaikan Kebutuhan Dasar: Lupa makan, jarang mandi, dan waktu tidur terganggu (insomnia) demi terus bermain Kesenangan Mereka.

3. Menarik Diri: Lebih suka menyendiri dengan gawainya daripada bersosialisasi dengan keluarga atau teman.

4. Gangguan Fisik: Mata lelah/kering, sakit leher/punggung akibat posisi menunduk ( text neck), dan nyeri di jari-jari tangan.

5. Penurunan Kualitas Hidup: Prestasi kerja atau sekolah menurun drastis karena sulit berkonsentrasi.


APA YANG HARUS DILAKUKAN..?

Jika perilaku seseorang sudah tampak sangat ekstrem hingga tidak terkendali (seperti mengamuk hebat atau membahayakan diri sendiri), langkah yang disarankan adalah:

1. Konsultasi Profesional: Segera bawa ke psikolog atau psikiater. Mereka dapat mendiagnosis apakah perilaku tersebut murni karena kecanduan perilaku (behavioral addiction) atau ada kondisi mental lain yang mendasarinya.

2. Detoks Digital: Mulailah membatasi penggunaan secara bertahap, bukan langsung dilarang total secara paksa, karena hal ini justru bisa memicu perilaku agresif yang lebih buruk.

3. Alihkan Aktivitas: Ganti waktu bermain gadget dengan kegiatan fisik, hobi, atau interaksi sosial nyata agar otak mendapatkan stimulasi dopamin dari sumber yang lebih sehat.


KESIMPULANNYA, perilaku yang tampak seperti "kerasukan" pada pecandu gadget adalah bentuk luapan emosi akibat stres berat dan ketidakmampuan mengendalikan impuls saat sumber kesenangan mereka (gawai) dicabut. Ini adalah masalah perilaku yang memerlukan pendekatan psikologis, bukan penanganan mistis.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Beginci Darat

Kecamatan Hulu Sungai

Kabupaten Ketapang

Provinsi Kalimantan Barat

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia